Allahu Akbar

Setiap muslim yang taat beribadah tak kurang dari 50 kali menyebut kata Allahu Akbar dalam setiap harinya. Kata keagungan Allah tersebut senantiasa diucapkan tanpa diresapi makna terdalamnya. Bahkan, terkadang “makna-makna sekuler”-lah yang muncul. Artinya, penyebutan Allahu Akbar tidak saja dilakukan pada saat shalat tetapi juga diluar shalat.

Ketika segerombolan umat islam bersorban dan berjubah putih hendak melakukan kekerasan atas nama amar ma’ruf nahi munkar, maka kata yang diteriakkan adalah Allahu Akbar. Kata yang mengiratkan akan ke-Maha Besar-an Allah itu harus rela bersama dengan aksi-aksi anarkisme dan kekerasan. Sebuah tindakan yang berseberangan dengan kata itu. Maka, kata Allahu Akbar memiliki potensi untuk melakukan anarkisme dan kekerasan. (lebih…)

September 15, 2008 at 6:43 am Tinggalkan komentar

Ketika Islam “Terjual”

Pada bulan Oktober 2007 Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan survei mengenai ‘Trend Orientasi Nilai-Nilai Politik Islamis vs Nilai-Nilai Politik sekuler dan Kekuatan Islam Politik’. Hasilnya sangat mengejutkan, 57% umat Islam Indonesia lebih berorientasi pada nilai-nilai politik sekuler. Sedangkan mereka yang berorientasi pada nilai-nilai politik Islamis hanya sekitar 33%. Kemudian 52% umat islam Indonesia cenderung memilih partai-partai nasionalis-sekuler, seperti PDI-P, Golkar, dan Partai Demokrat. Sebanyak 8% memilih partai-partai Islamis, seperti PKS dan PPP serta 7% memilih partai-partai yang berbasis pada organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, seperti PAN dan PKB.

Hasil survey LSI tersebut terlihat sangat paradoks dengan angka statistik dalam sensus penduduk yang menyebut bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. mengapa sekularisasi nilai-nilai politik malah justeru semakin mendapat ruang di Indonesia, dan orientasi masyarakat pada nilai-nilai Islamis di ruang politik mengalami penurunan. Apakah ini menunjukan bahwa kepercayaan mayarakat kita terhadap partai politik yang mengusung islam sebagai asas mereka semakin berkurang. Tidakkah lagi islam laku untuk dijual sebagi sebuah “komoditas” politik. (lebih…)

September 12, 2008 at 6:41 am Tinggalkan komentar

Militer di Balik Dongeng Nasional

  • Judul Buku : Ketika Sejarah Berseragam
  • Penulis : Khatarine E. Mc Gregor. Terj:Djohana Oka
  • Penerbit : Syarikat, Yogyakarta, 2008
  • Tebal : 459 Halaman

Peresensi: Isti’anah, Mahasiswi Fak. Syariah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dalam panggung sejarah nasional di Indonesia, wajah militer kerap kali mendominasi dan memonopoli setiap ranah kehidupan kenegaraan dan keberbangsaan rakyat Indonesia. Tak terkecuali keterlibatannya dalam hal mengkonstruksi dan memaknai terhadap sejarah masa lalu bangsa sendiri. Kaitannya dengan ini, ada banyak mitos-mitos sejarah yang dibangun oleh militer untuk meligitimasi dirinya sendiri maupun kekuasaan yang didukungnya. Sementara pada saat yang bersamaan, pengingkaran terhadap fakta sejarah tertentu sengaja dilakukan untuk mengubur kebusukan dan kejahatan (militer) demi membangun citra baik mereka dengan menempatkan dirinya sebagai pahlawan, sementara kelompok-kelompok tertentu dituduh sebagai pesakitan sejarah, di mana semua kegagalan dan kesalahan ditimpakan. Maka tidak heran, jika dalam banyak kasus, historiografi yang selama ini ada, kerap kali tidak sesuai dengan fakta sejarah masa lalu yang sebanarnya. (lebih…)

September 10, 2008 at 6:35 am Tinggalkan komentar

Partai Islam ; Kepanjangan Tangan Oligarki Kekuatan Lama

Partai politik Islam di Indonesia merupakan bagian dari dinamika sejarah Indonesia. Bagaimana pasang surut perjalanan mereka dan prospek masa depan mereka dalam menghadapi pemilu 2009 mendatang. Ia hanya menjadi kepanjangan tangan oligarki kekuatan lama. Begitu Dr. Aris Arif Mundayat saat diwawancari oleh Rizki Riyadu Taufiq dari Bulletin Al-Hurriyah, menandaskan. Dr. Aris Arif Mundayat, kini menjadi Direktur Pusat Studi Sosial Asia Tenggara (PSSAT) UGM.

Melihat fenomena pasang surutnya partai politik Islam di pentas politik nasional sejak pemilu 1999, pemilu 2004, hingga menjelang pemilu 2009 ini, menurut anda seperti apa?

Politik Islam sekarang ini terbelah ke dalam beberapa partai politik, seperti kelompok Islam tradisionalis yang menjelma menjadi PKB, PKNU dan kelompok Islam modernis yang menjelma menjadi PAN, PKS, PBB. Saya kira permbelahan didalamnya juga mungkin akan bisa menjadi lebih banyak lagi terutama pada kelompok Islam modern. Hal itu disebabkan karena partai-partai Islam modern menempati ruang kompetisi yang sama, yakni wilayah-wilayah perkotaan, seperti contoh adalah munculnya PMB yang merupakan representasi dari kelompok muda Muhammadiyah. Partai-partai Islam modernis yang berasal dari basis Wahabi ini harus bertarung di wilayah yang sama yakni wilayah perkotaan. Perebutan konstituen di tingkat akar rumput dari level kampus-kampus, komunitas kaum muda hingga pada level pelajar di sekolah-sekolah menjadi garapan mereka. Masyarakat Islam perkotaan akan menjadi lahan perebutan dari kelompok partai Islam modern ini. Walaupun tentu saja mungkin sampai saat ini hanya PAN dan PKS yang mampu mengambil simpati terbesar dari kalangan masyarakat Islam kota ini. (lebih…)

September 7, 2008 at 6:26 am Tinggalkan komentar

Kampanye Politik & Pemimpin Agama Kita

Oleh: Masroer Ch.Jb (Dosen Sosiologi Agama UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)

Sebentar lagi pesta demokrasi terbesar sepanjang kurun lima tahun akan diperhelatkan lagi di negeri ini. Pesta politik yang digelar untuk yanag ketiga kalinya sejak era reformasi digulirkan itu akan melibatkan begitu banyak elemen bangsa. Mulai dari presiden beserta petingi-petinggi negara lainnya sampai ke petani gurem dan kaum pengangguran; semua akan terlibat dengan pesta politik ini.

Dipastikan pesta akbar itu akan dihadiri lebih dari seratus juta penduduk Indonesia. Pesta demokrasi itu tidak lain adalah Pemilihan Umum 2009 yang dirayakan seperti pesta walimahan guna membuktikan bahwa rakyat di negeri ini benar-benar berdaulat atas dirinya. Karena itu tanpa kesertaan dari rakyat yang berdaulat, Pemilu 2009 dalam dua kali putaran ini dipastikan tidak akan bernilai sama sekali, bahkan dapat dikatakan sia-sia dan gagal. (lebih…)

September 5, 2008 at 6:23 am Tinggalkan komentar

Partai Islam; Kuda Tunggangan yang di Manfaatkan

Tahun 2009 mendatang, bangsa Indonesia akan menggelar pemilihan umum (Pemilu) untuk memilih anggota DPR, presiden dan wakilnya secara langsung. Seiring dengan semakin dekatnya pelaksanaan pemilu 2009, sejumlah partai politik (parpol) sudah mulai berlomba-lomba memperkenalkan diri dan mencari simpati publik, tak terkecuali partai-partai Islam.

Sudah menjadi tradisi, menjelang pemilu rakyat hanya menjadi komoditas politik. Mereka didekati, dijanjikan, dibujuk, dirayu, diberi berbagai parsel dan uang, hanya sekali dalam lima tahun, setelah itu mereka dilupakan. Rakyat hanya mendapat janji perubahan nasib yang lebih baik, namun faktanya justru mereka yang menjadi pejabat publik lewat pemilu nasibnya berubah menjadi lebih baik. (lebih…)

September 3, 2008 at 6:23 am Tinggalkan komentar

(Agama) Beda Zaman

Konon, dari rahim Tuhan-lah Yahudi, Kristen dan Islam itu terlahir. Ketiganya dilahirkan dengan sempurna. Berat bayi yang terakhir ini, Islam, memiliki berat 114 surat dengan diameter 6686 ayat (Al-Aufaq: hal 42). Ketiganya telah ditinggal oleh baby sitter-nya yang bernama Musa, Isa dan Muhammad.

Dari ketiga “bayi” Tuhan itu, Islamlah yang paling bungsu. Sebagai anak terakhir dari keluarga semitik (Abrahamic religions), Islam lahir bukan untuk membunuh dua kakak kandungnya, tetapi untuk melengkapinya. Ini juga tak berarti dua kakaknya mengalami “catat”, tetapi agar terjalin komunikasi dan regenerasi.

Untuk itu, Muhammad sebagai “pengasuh” Islam tidak menasakh bayi sebelumnya, tetapi memberikan afirmasi dan justivikasi. Sebagai bayi termuda, Islam banyak berguru kepada dua kakaknya. Banyak sikap, perilaku dan prinsip-prinsip dasar (ajaran) yang adopted dari kakaknya. Tetapi setelah mulai remaja, proses obyektivasi (Peter L. Berger) terjadi. Islam tidak saja memberi justvikasi “kepribadian” kakak kandungnya, tetapi justru memberi warna dan corak tersendiri sesuai dengan konteks zamannya. (lebih…)

Agustus 10, 2008 at 4:41 pm Tinggalkan komentar

Pos-pos Lebih Lama


SELAMAT BERPUASA

Community for Religion and Social engineering (CRSe) mengucapkan SELAMAT BERPUASA bagi segenap umat Islam. Semoga amal ibadahnya di terima disisi Allah SWT.

Kategori

NGARSIP