Islam Garis Keras Aktor Kekerasan

Juli 19, 2008 at 6:41 am Tinggalkan komentar

Keberadaan Ahmadiyah di tanah air penuh dengan nuansa kekerasan. Vonis sesat terhadap aliran yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad itu datang secara deras dari banyak pihak. Setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa sesat terhadap Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) disusul kemudian dengan keluarnya Surat Keputusan tiga menteri (SKB 3 Menteri). Karena sesat, penyerangan dan kekerasan kerapkali terjadi. Sejumlah umat Islam geram melihat teologi Ahmadiyah. Terkait dengan vonis sesat dan maraknya aksi kekerasan terhadap Ahmadiyah, Budi Hartawan dan Guntur Karyapati dari CRSe mewawancarai Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain, Direktur Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menulis disertasi tentang Gerakan Ahmadiyah di Indonesia pada tahun 1920-1942.

Menurut penelitian bapak, seperti apa Ahmadiyah itu?

Ahmadiyah lahir sebagai gerakan keagamaan sekaligus organisasi keagamaan yang berkecimpung dalam dunia dakwah. Ahmadiyah di India tahun 1889. Ada dua persi yaitu Ahmadiyah Lahore yaitu tahun 1888 yang mendasarkan pendiriannya pada peneriaan wahtu, dan Qodiyan tahun 1889 yang melandaskan berdirinya pada pembaitan. Ahmadiyah lahir untuk mengembalikan ajaran Islam dan bisa dianut oleh banyak orang. Waktu itu, Ahmadiyah memikirkan bagaimana orang Kristen dan Hindu di India mau masuk Islam. Paham Ahmadiyah ini akhirnya tersebar ke seluruh dunia termasuk ke Indonesia.

Lalu bagaimana dengan Ahmadiyah di Indonesia?

Di Indonesia juga ada dua persi yaitu Lahore dan Qodian. Versi Lahore namanya GAI (Gerakan Ahmadiyah Indonesia) dan Qodian namanya JAI (Jemaat Ahmadiyah Indonesia). Yang menjadi persoalan di Indonesia saat ini adalah versi JAI karena ada doktrin tentang pengakuan adanya nabi setelah nabi Muhammad. Jadi JAI menempatkan Mirza Ghulam Ahmad sebagai pendiri sekaligus penerus nabi Muhammad. Ia menyebutnya nabi Buruz, artinya nabi bayangan. Jadi, sebenarnya dia bukan sebagai pembawa syari’at baru, ia hanya seorang mursid, guru atau pendakwah.

Bapak bisa menjelaskan bagaimana kemunculan SKB ini?

Yang menjadi persoalan terkait munculnya SKB tiga menteri yaitu adanya doktrin kenabian. Ahmadiyah dianggap menodai Islam karena meyakini adanya nabi setelah Muhammad. Pemahaman ini berasal dari kitab Tadzkirah, sebuah kitab yang berisi tentang pengalaman spiritual Mirza Ghulam Ahmad. Ahmadiyah menyebutnya wahyu atau Ilham. Ahmadiyah tidak membedakan antara wahyu dan ilham. Kitab Tazkiroh ini dibukukan pada tahun 1935 pasca wafatnya Mirza Ghulam Ahmad (1908), yaitu era khalifah ke-2 yang bernama Mirza Basyir bin Mahmud Ahmad, putra Mirza Ghulam Ahmad. Dalam kacamata tasawuf, orang tidak saja mengaku nabi, tetapi juga terdapat paham yang mengakui dirinya sebagai Tuhan, seperti konsep ana al-haqq. Di Jawa banyak orang yang mengkultuskan kiai, tokoh-tokoh yang kharismatik. Mirza Ghulam Ahmad itu seorang sufi, mursid. Buktinya, Ilham yang dia terima bisa diterima oleh pengikut-pengikutnya saat itu.

Dua hal inilah (konsep nabi dan tadzkirah) yang menjadi sumber persoalan di Indonesia. Akibatnya, keluarlah fatwa MUI tahun 1980 yang menyatakan bahwa Ahmadiyah keluar dari Islam dan sesat. Fatwa ini muncul kembali pada tahun 2005. Akan tetapi, fatwa ini tidak spesifik kepada Qadian, melainkan Ahmadiyah secara umum, yang didalamnya terdapat aliran Lahore dan Qadian.

Sejak tahun 2005 itu, muncul kembali desakan-desakan untuk membubarkan Ahmadiyah yang di motori oleh Amin Jamaludin dari LPPI. Puncaknya adalah desakan yang begitu keras pada tahun tahun ini. 2007. Untuk itu, pemerintah melalui Litbang Departemen Agama mencoba mencari jalan keluar dengan mengundang 40 orang, termasuk saya, untuk mengkaji Ahmadiyah. Melalui pertemuan dan diskusi terbatas yang berlangsung tujuh kali ini, lahirlah 12 butir. Dan 12 butir inilah yang kemudian di rekomendasi oleh Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) untuk ditindaklanjuti ke Menteri Agama. Bakorpakem memutuskan untuk melarang dan membubarkan Ahmadiyah dan mendesak pemerintah agar membuat peraturan pembubaran ini.

Secara bersamaan gerakan-gerakan keagamaan seperti Forum Umat islam, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan Forum Betawi Rembug (FBR) juga terlibat di dalamnya. Di lain pihak, muncul aliansi yang bernama Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKBB) yang menolak pembubaran Ahmadiyah. Didalamnya ada KH. Abdurrahman Wahid, Amin Rais dan tokoh-tokoh lainnya. Puncak dari kontroversi ini adalah pada peristiwa 1 Juni di Monumen Nasional (Monas) Jakarta.

AKKBB berpandangan bahwa pembubaran dan penyerangan terhadap Ahmadiyah merupakan pelanggaran Undang-Undang Dasar dan Hak Asasi Manusia. AKKBB memiliki kekuatan hukum yang kuat. Di lain pihak, gerakan untuk membubarkan Ahmadiyah terus terjadi. Dua gerakan ini sama-sama kuatnya. Akhirnya lahirlah Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri. Melalui SKB ini, pemerintah hendak mengambil jalan tengah, yakni tidak membubarkan Ahmadiyah tetapi gerakannya selalu di pantau juga untuk menghindari anarkisme umat Islam. Bahasanya, SKB ini banci, ngambang. Tapi itulah kebijakan.

Respon terhadap SKB ini beragam. Intinya sama-sama tidak memuaskan kedua belah pihak. SKB sebenarnya tidak mungkin membubarkan Ahmadiyah, yang bisa membubarkan adalah Keputusan Pemerintah (Keppres).

Berarti menurut bapak dengan terbitnya SKB tiga menteri menjadi solusi terbaik untuk saat ini?

Iya. Saya setuju dengan SKB, karena kalau tegas melarang Ahmadiyah maka akan berhadapan dengan UUD dan HAM internasional, yang justru melahirkan persoalan baru bukan hanya ditingkat nasional tetapi juga internasional. Kalau SKB tidak dikeluarkan, tekanan terhadap pemerintah dari kelompok FPI, FUI, HTI, FBR, sangatlah kuat, terlebih dengan kejadian 1 Juni kemaren. Makanya, dalam SKB ini disebutkan point tentang pelarangan melakukan kekerasan terhadap Ahmadiyah.

Walaupun demikian, Ahmadiyah juga dirugikan dengan terbitnya SKB ini. Ia tidak boleh menyebarkan keyakinan dan melakukan aktivitas keagamaan. Tapi ini masih problematis. Bagaimana dengan sekolah-sekolah yang dimiliki oleh Ahmadiyah? Bukankah pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan bangsa sebagaimana dalam UUD. Anak-anak NU dan Muhammadiyah juga banyak yang melanjutkan studi disekolah-sekolah milik Ahmadiyah. Makanya, SKB yang tidak tegas membubarkan Ahmadiyah ini dan melarang kekerasan ini saat ini menjadi solusi terbaik.

Bapak bilang kalau SKB ini merupakan jalan terbaik, adakah kemungkinan munculnya gejolak baru dimasa-masa mendatang?

Terbaik untuk saat ini. Tidak ada yang diuntungkan dan dirugikan. Tuntutan saat ini MUI tetap menginginkan pembubaran terhadap Ahmadiyah, MUI sendiri tidak puas dengan SKB.

Ada yang bilang SKB cacat hukum

Ya..memang SKB hanya koordinasi ke dalam antar Menteri. Sedangkan Ahmadiyah sendiri berbadan hukum pada tahun 1963.

Ahmadiyah bukan persoalan baru dan terus berlarut-larut. MUI sudah mengeluarkan fatwa sesat tahun 1980. Tetapi mengapa respon umat Islam saat itu tidak sekeras saat ini?

Kan belum ada FPI(Front Pembela Islam)

Berarti faktor penyebab gejolak selama karena adanya FPI?

Artinya kelompok radikal islam pada tahun 1980 belum ada. Kemudian juga harus kita lihat lahirnya FPI itu dalam rangka apa? Gerakan FPI itu dananya dari mana?

Kalau boleh saya mengemukakan tentang Challenge and Response menyebutkan bahwa sebuah gerakan keagamaan baru yang masuk ke dalam gerakan keagamaan yang mapan, maka gerakan keagamaan yang baru itu harus dihilangkan karena merupakan penganggu. Pemahaman keagamaan Indonesia adalah sunni. Maka aliran atau paham selain sunni harus dihilangkan. Tetapi, persoalannya tidak semudah itu. Aliran-aliran baru tidak mungkin bisa dibendung, paling maksimal adalah mengurangi. Di Indonesia saja, gerakan islam transnasional itu cukup banyak. Ditambah lagi gerakan-gerakan lokal seperti al-Qiyadah, Aliran Hidup di Balik Hidup dan lain sebagainya. Negara juga tidak mungkin membendung munculnya aliran-aliran baru.

Kenapa pemerintah tidak mengambil langkah tegas seperti yang diterapkan pada kasus Al-Qiyadah?

Karena Al-Qiyadah tidak berbadan hukum, sementara Ahmadiyah berbadan hukum. Jadi, tidak semudah itu. Walaupun sama-sama dianggap sesat, tetapi perbedaanya pada ada tidaknya badan hukum.

Apakah pemerintah harus selalu mengintervensi keberagaman warganya?

Indonesia melindungi kebebasan beragama dalam pengertian UUD pasal 29. Artinya, semua umat beragama harus mendapat perlindungan. Jadi ikut campurnya dalam hal menjaga stabilitas.

Tapi justru intervensi pemerintah sering mengakibatkan konflik. Kalau MUI tidak mengeluarkan fatwa seperti itu maka tidak akan terjadi gejolak sebesar ini?

Makalah yang saya buat menyebutkan bahwa dampak fatwa MUI adalah anarkis. Pemerintah melalui MUI tidak bertanggungjawab dan tidak memikirkan dampak dari fatwanya. Tapi kita juga harus tahu bahwa fatwa itu lahir dari berbagai kepentingan. Karena itu, jangan hanya menggunakan kacamata agama. Sebagai contoh, mengapa PPP ikut terlibat dalam pembubaran Ahmadiyah. Partai kok terjun dalam persoalan aqidah? Ada apa dibalik itu?

Terus, bagaimana dengan maraknya terjadinya pengrusakan?

Seberapapun jeleknya sebuah keyakinan, membakar sebuah mesjid adalah tetap jelek. Beberapa tempat ibadah dan rumah dirusak, tapi tidak ada yang bertanggungjawab. Keyakinan tidak bisa dipaksa. Karena dasarnya adalah pengalaman spiritual.[]

Entry filed under: Bulletin al-Hurriyah, Wawancara. Tags: .

Menolak Teologi, Membela Pengikutnya Edisi III Terbit, Edisi IV Call for Papers

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


SELAMAT BERPUASA

Community for Religion and Social engineering (CRSe) mengucapkan SELAMAT BERPUASA bagi segenap umat Islam. Semoga amal ibadahnya di terima disisi Allah SWT.

Kategori

NGARSIP


%d blogger menyukai ini: