Ketika Islam “Terjual”

September 12, 2008 at 6:41 am Tinggalkan komentar

Pada bulan Oktober 2007 Lembaga Survei Indonesia (LSI) melakukan survei mengenai ‘Trend Orientasi Nilai-Nilai Politik Islamis vs Nilai-Nilai Politik sekuler dan Kekuatan Islam Politik’. Hasilnya sangat mengejutkan, 57% umat Islam Indonesia lebih berorientasi pada nilai-nilai politik sekuler. Sedangkan mereka yang berorientasi pada nilai-nilai politik Islamis hanya sekitar 33%. Kemudian 52% umat islam Indonesia cenderung memilih partai-partai nasionalis-sekuler, seperti PDI-P, Golkar, dan Partai Demokrat. Sebanyak 8% memilih partai-partai Islamis, seperti PKS dan PPP serta 7% memilih partai-partai yang berbasis pada organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, seperti PAN dan PKB.

Hasil survey LSI tersebut terlihat sangat paradoks dengan angka statistik dalam sensus penduduk yang menyebut bahwa mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. mengapa sekularisasi nilai-nilai politik malah justeru semakin mendapat ruang di Indonesia, dan orientasi masyarakat pada nilai-nilai Islamis di ruang politik mengalami penurunan. Apakah ini menunjukan bahwa kepercayaan mayarakat kita terhadap partai politik yang mengusung islam sebagai asas mereka semakin berkurang. Tidakkah lagi islam laku untuk dijual sebagi sebuah “komoditas” politik.

Pada pemilu 2009 mendatang, beberapa partai politik masih konsisten mengusung islam sebagai asas mereka. Konsistensi ini semestinya dibarengi dengan adanya pembaharuan sikap bepolitik dan bernegara. Adanya beberapa kasus korupsi yang melibatkan tokoh-tokoh politik yang berasal dari partai islam seharusnya jangan lagi terjadi. Karena hal tersebut hanya akan menodai citra Islam sebagai sebuah agama.

Apabila beberapa tokoh politik islam ini tidak sanggup menjaga kesucian citra islam yang mereka “Jual”, maka semestinya dilakukan revisi terhadap kebijakan menempatkan Islam sebagai asas parpolnya. Sebab, politik yang bertumpu pada simbol-simbol Islam tidak hanya akan menempatkan Islam diposisi terburuk namun juga menginjak-injak Islam itu sendiri.

Sumber: Al-Hurriyah Edisi IV/Agustus/2008

Entry filed under: Bulletin al-Hurriyah, Editorial. Tags: .

Militer di Balik Dongeng Nasional Allahu Akbar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


SELAMAT BERPUASA

Community for Religion and Social engineering (CRSe) mengucapkan SELAMAT BERPUASA bagi segenap umat Islam. Semoga amal ibadahnya di terima disisi Allah SWT.

Kategori

NGARSIP


%d blogger menyukai ini: