About

Secara historis, Community for Religion and Sosial engineering (CRSê) lahir akibat kegelisahan sekelompok mahasiswa terhadap wacana keagamaan yang berkembang di Jogjakarta, terutama di UIN Sunan Kalijaga. Iklim ilmiah yang dulu pernah tumbuh subur bahkan menjadi icon bagi liberalisme Islam di Jogjakarta, kini nyaris punah dan tak berdaya. Kelompok-kelompok diskusi tidak lagi hangat dan sebanyak dulu. Progresifisme pemikiran di lingkungan UIN Sunan Kalijaga dan Jogjakarta secara perlahan terkalahkan oleh maenstrem pemikiran yang jumud. Sebaliknya, pemikiran keagamaan yang puritan, ortodoks, radikal dan fundamentalis justru semakin berkembang pesat. Dan dipastikan bahwa Konversi IAIN ke UIN Sunan Kalijaga juga akan mempelancar jejaring gerakan fundamentalisme agama di wilayah kampus.

Fenomena seperti inilah yang melahirkan sebuah lembaga studi yang bernama CRSê. Sehingga, CRSê lahir semata-mata untuk membangkitkan kembali semangat intelektualisme di kalangan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga pada khsususnya, dan kampus-kampus lain pada umumnya. Semangat intelektual yang bersemangat keadilan, persamaan, liberalisme. Sehingga, pemikiran keagamaan yang jumud, kaku, tekstual, a-historis dan a-sosiologis tertolak dengan sendirinya. Sebab, dalam pandangan CRSê, pemikiran yang demikian itu justru mereduksi dan memperjualbelikan agama.

CRSê tepatnya berdiri pada 20 April 2004. Sampai saat ini, keanggotaannya masih terbatas. CRSê hanya memiliki 16 anggota inti yang wajib melaksanakan agenda-agenda CRSê. Disamping itu, CRSê memiliki anggota tidak tetap (simpatisan) yang punya consern dan kecenderungan di wilayah pengembangan wacana. Secara kelembagaan, CRSê tidak terikat kepada lembaga apapun, yakni bersifat independen. Karena itulah, CRSê bersifat terbuka kepada siapapun.

Melihat latar belakang diatas, ada dua agenda besar CRSê yang terus digarap. Pertama, Diskusi. Agenda diskusi ini dibagi pada dua hal. a] studi tokoh yang dilaksanakan pada selasa malam. Tema yang diangkat bersifat tematik dan kajian tokoh, seperti Hasan Hanafi, Arkoun, Nasr Hamid Abu Zayd, Asghar Ali Engineer, farid essac dan lain sebagainya. Pada diskusi ini, setiap peserta wajib menulis paper untuk dipresentasikan. Diakhir bulan, CRSê berusaha untuk mendatangkan tokoh yang capable dibidangnya untuk mendiskusikan kembali tema-tema sebelumnya. b] diskusi wacana-wacana aktual-kontemporer mulai dari persoalan sosial-politik-agama. Diskusi ini dilaksanakan pada Sabtu malam. Pada diskusi kedua ini, CRSê lebih menekankan pada refleksi sosial-teologis.

Kedua, penerbitan bulletin yang bernama JOURNAL CRSê. Bulletin ini berisi artikel tentang wacana keagamaan dan hasil-hasil diskusi selama sebulan. Waktu terbitnya JOURNAl ini setiap bulan. Disamping untuk mendokumentasikan hasil diskusi dan transformasi gagasan, penerbitan bulletin ini juga diharapkan mampu mengembangkan tradisi tulis-menulis di kalangan mahasiswa. Walaupun sampai saat ini masih dalam bentuk copy (tidak dicetak) karena lemahnya finansial, JOURNAL yang diterbitkan CRSê cukup banyak diminati oleh kalangan mahasiswa dan dosen. Sebab, distribusi JOURNAL CRSê bukan hanya kalangan mahasiswa, tetapi juga kepada dosen-dosen dan masyarakat umum yang dibagikan secara gratis. Disamping itu, CRSê juga menyelenggarakan bedah buku, seminar dan bercita-cita untuk menerbitkan buku. Namun karena minimnya dana, sampai saat ini penerbitan buku masih belum tergarap dengan maksimal.

Ketiga, Seminar dan Penelitian. CRSe telah berpengalaman menyelenggarakan seminar dan penelitian. Beberapa lembaga partner yang pernah bekerjasama adalah Lembaga Studi Islam Progresif (LSIP) dan Yayasan TIFA, Jaringan Islam Liberal (JIL), The Religious Reform Project (RePro), Kedutaan Swiss, Lembaga Agama dan Filsafat (LSAF), Pusat Studi Islam dan Kenegaraan (PSIK) Univ. Paramadina, DEMA UIN Sunan Kalijaga, Senat Mahasiswa Fak. Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga, Forum DIALOGIKA UGM Yogyakarta, PMII Cab. Yogyakarta, Center for Fikih and Society Studies (CFSS), dan lain sebagainya.

Visi utama yang ingin dibangun CRSe adalah mengembangkan konsep pemikiran keagamaan yang compatible dengan perkembangan peradaban dan kebudayaan serta secara sinergis mampu memenuhi tuntutan zaman. Visi ini dijabarkan beberapa program studi-studi pemikiran agama, sosial dan demokrasi dalam bentuk kegiatan; penelitian, lokakarya, seminar, diskusi serta penerbitan.

Di sinilah, di tengah pertarungan model gerakan Islam kampus Jogja CRSê senantiasa bersahabat dengan mereka yang mempunyai pandangan terhadap liberalisme dan progresifisme pemikiran agama dan siap bertarung dengan kalangan neo-konservatisme, noe-ortodoksi, dan neo-puritanisme agama. Pertarungan ini sungguh nyata baik di mimbar diskusi ataupun media pers yang telah kami tekuni. Harapan besar CRSê kedepan adalah memutus jejaring fundamentalisme agama di kampus dan membuka arus baru pemikiran liberal, dinamis dan progresif di kampus-kampus. Untuk itulah kami berharap kerja sama dari berbagai pihak yang satu visi dan misi dengan gerakan kami untuk saling bekerja sama untuk membongkar sindikat gerakan fundamentalisme kampus.

 

3 Komentar Add your own

  • 1. anton  |  April 25, 2008 pukul 6:55 pm

    Assalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh. Setelah saya membaca profil dan pemikiran2 kalian, saya berpendapat bahwa pemikiran2 kalian harus dan wajib dihapuskan dari bumi Allah ini. Justru kalianlah yang telah mereduksi, memperkosa dalil dan memperjualbelikan agama atas nama kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, HAM, demokrasi. Kalian selalu saja mengcopypaste pemikiran JIL (Jaringan Islam Licik) yang notabene merupakan kepanjangan tangan dari intelijen asing yang selalu memata-matai Islam. JIL kan ada hubungannya dengan Asia Foundation. Asia Foundation ini tidak lain kaki tangan CIA di Asia. So, JIL itu termasuk aliran sesat, wajib dibubarkan dan dihapuskan dari bumi Allah sebagaimana akan dibubarkannya Ahmadiyah. Berhentilah membebek kepada pemikiran Barat Kapitalis yang selalu memiliki standar ganda terhadap agama Islam yang kita anut ini. Bertobatlah wahai saudara-saudariku, jika kalian masih mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Pintu taubat masih terbuka lebar. Sesungguhnya Allah menerima tobat seorang hamba selama nyawa belum sampai ke tenggorokan. (HR. At-Tirmidzi). Selagi masih diberi kesempatan hidup, janganlah menunda-nunda untuk bertaubat. Bila ajal menjemput, betis bertaut dengan betis sementara lisan telah kaku, tubuhpun tidak lagi bisa bergerak, akhirnya menyesali umur yang telah dilalui tanpa amal sholeh untuk bekal kehidupan yang lebih panjang.Tobat ya fren. Kaum muslimin yang masih hanif pasti bangga jikalau kalian mau taubat dan kembali ke jalan Allah yang memang jalan yang benar.

    Balas
  • 2. heruyaheru  |  Juli 23, 2008 pukul 5:46 am

    komentar yang aneh…

    Balas
  • 3. salmanhamdani  |  Agustus 19, 2008 pukul 3:58 am

    ssalamu’alaikum Warahmatullaahi Wabarakaatuh. Setelah saya membaca profil dan pemikiran2 kalian, saya berpendapat bahwa pemikiran2 kalian harus dan wajib dihapuskan dari bumi Allah ini. Justru kalianlah yang telah mereduksi, memperkosa dalil dan memperjualbelikan agama atas nama kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, HAM, demokrasi. Kalian selalu saja mengcopypaste pemikiran JIL (Jaringan Islam Licik) yang notabene merupakan kepanjangan tangan dari intelijen asing yang selalu memata-matai Islam. JIL kan ada hubungannya dengan Asia Foundation. Asia Foundation ini tidak lain kaki tangan CIA di Asia. So, JIL itu termasuk aliran sesat, wajib dibubarkan dan dihapuskan dari bumi Allah sebagaimana akan dibubarkannya Ahmadiyah. Berhentilah membebek kepada pemikiran Barat Kapitalis yang selalu memiliki standar ganda terhadap agama Islam yang kita anut ini. Bertobatlah wahai saudara-saudariku, jika kalian masih mengaku beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Pintu taubat masih terbuka lebar. Sesungguhnya Allah menerima tobat seorang hamba selama nyawa belum sampai ke tenggorokan. (HR. At-Tirmidzi). Selagi masih diberi kesempatan hidup, janganlah menunda-nunda untuk bertaubat. Bila ajal menjemput, betis bertaut dengan betis sementara lisan telah kaku, tubuhpun tidak lagi bisa bergerak, akhirnya menyesali umur yang telah dilalui tanpa amal sholeh untuk bekal kehidupan yang lebih panjang.Tobat ya fren. Kaum muslimin yang masih hanif pasti bangga jikalau kalian mau taubat dan kembali ke jalan Allah yang memang jalan yang benar.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


%d blogger menyukai ini: