Posts filed under ‘Renungan’

Allahu Akbar

Setiap muslim yang taat beribadah tak kurang dari 50 kali menyebut kata Allahu Akbar dalam setiap harinya. Kata keagungan Allah tersebut senantiasa diucapkan tanpa diresapi makna terdalamnya. Bahkan, terkadang “makna-makna sekuler”-lah yang muncul. Artinya, penyebutan Allahu Akbar tidak saja dilakukan pada saat shalat tetapi juga diluar shalat.

Ketika segerombolan umat islam bersorban dan berjubah putih hendak melakukan kekerasan atas nama amar ma’ruf nahi munkar, maka kata yang diteriakkan adalah Allahu Akbar. Kata yang mengiratkan akan ke-Maha Besar-an Allah itu harus rela bersama dengan aksi-aksi anarkisme dan kekerasan. Sebuah tindakan yang berseberangan dengan kata itu. Maka, kata Allahu Akbar memiliki potensi untuk melakukan anarkisme dan kekerasan. (lebih…)

Iklan

September 15, 2008 at 6:43 am Tinggalkan komentar

(Agama) Beda Zaman

Konon, dari rahim Tuhan-lah Yahudi, Kristen dan Islam itu terlahir. Ketiganya dilahirkan dengan sempurna. Berat bayi yang terakhir ini, Islam, memiliki berat 114 surat dengan diameter 6686 ayat (Al-Aufaq: hal 42). Ketiganya telah ditinggal oleh baby sitter-nya yang bernama Musa, Isa dan Muhammad.

Dari ketiga “bayi” Tuhan itu, Islamlah yang paling bungsu. Sebagai anak terakhir dari keluarga semitik (Abrahamic religions), Islam lahir bukan untuk membunuh dua kakak kandungnya, tetapi untuk melengkapinya. Ini juga tak berarti dua kakaknya mengalami “catat”, tetapi agar terjalin komunikasi dan regenerasi.

Untuk itu, Muhammad sebagai “pengasuh” Islam tidak menasakh bayi sebelumnya, tetapi memberikan afirmasi dan justivikasi. Sebagai bayi termuda, Islam banyak berguru kepada dua kakaknya. Banyak sikap, perilaku dan prinsip-prinsip dasar (ajaran) yang adopted dari kakaknya. Tetapi setelah mulai remaja, proses obyektivasi (Peter L. Berger) terjadi. Islam tidak saja memberi justvikasi “kepribadian” kakak kandungnya, tetapi justru memberi warna dan corak tersendiri sesuai dengan konteks zamannya. (lebih…)

Agustus 10, 2008 at 4:41 pm Tinggalkan komentar

Dharaba Zaidun ‘Amran

Seorang kawan suatu ketika berkelakar bahwa Islam mengajarkan kekerasan terhadap sesama muslim dan membangun toleransi kepada pemeluk agama lain. Saya pun terkejut mendengar pernyataan itu. Kawan itu mengajukan sebuah contoh yang sangat familiar dalam kitab-kitab nahwu–gramatika Arab–Dharaba Zaidun ‘Amran (Zaid memukul Umar). Ia menjelaskan bahwa Zaid dan Umar adalah sama-sama muslim. Contoh sederhana dalam ilmu nahwu ini sedikit banyak menggambarkan bahwa Zaid (seorang muslim) memukul Umar (seorang muslim) adalah hal yang biasa. Kenapa tidak ada contoh “Zaid memukul Johanes atau Bush”, misalnya. Karena yang dipukul sesama muslim, maka terhadap non-muslim tidak boleh melakukan kekerasan. Harus toleran.

Tentu, contoh diatas hanyalah sebuah humor. Akan tetapi jika mencermati fakta masyarakat Islam akhir-akhir ini, contoh diatas bukan sekedar contoh, tetapi riil terjadi di lapangan. Bukankah saling serang, memukul, membunuh sudah jamak terjadi dalam dunia Islam. Kasus paling mutakhir adalah penyerangan Front Pembela Islam (FPI) dan Laskar Komando Islam (KLI) terhadap peserta aksi damai Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) pada 1 Juni di Tuju Monas. (lebih…)

Juli 13, 2008 at 6:29 am Tinggalkan komentar

FITNA Yang Benar

Oleh: Hatim Gazali

Penodaan dan Kebebasan. Dua prinsip yang berposisi diametral ketika merespon film Fitna, buah tangan anggota parlemen (Partij voor de Vrijheid) Belanda Geert Wilders. Film ini bersebrangan dengan idealitas Islam yang menjunjung tinggi kemanusiaan. Sebagaimana yang pernah terjadi kepada terbitnya karikatur nabi di Jyllands-Posten Denmark, pelbagai lapisan masyarakat menghujat kreativitas Wilders. Pun pemerintah Indonesia, masyarakat Kristiani Eropa dan Amerika dan Sekjen PBB.

Umat Islam marah. Bahkan mereka melakukan aksi-aksi kekerasan dan destruktif laiknya isi film tersebut. Respon dengan cara kekerasan terhadap film tersebut seakan membuat film baru yang berisi sama; anarkis dan kekerasan dengan teriakan ayat al-Qur’an. Bedanya, respon umat islam tak seporadis dan seanarkis isi film tersebut. (lebih…)

Mei 22, 2008 at 6:40 am Tinggalkan komentar


SELAMAT BERPUASA

Community for Religion and Social engineering (CRSe) mengucapkan SELAMAT BERPUASA bagi segenap umat Islam. Semoga amal ibadahnya di terima disisi Allah SWT.

Kategori

NGARSIP