Posts filed under ‘Hamid Razak’

Allahu Akbar

Setiap muslim yang taat beribadah tak kurang dari 50 kali menyebut kata Allahu Akbar dalam setiap harinya. Kata keagungan Allah tersebut senantiasa diucapkan tanpa diresapi makna terdalamnya. Bahkan, terkadang “makna-makna sekuler”-lah yang muncul. Artinya, penyebutan Allahu Akbar tidak saja dilakukan pada saat shalat tetapi juga diluar shalat.

Ketika segerombolan umat islam bersorban dan berjubah putih hendak melakukan kekerasan atas nama amar ma’ruf nahi munkar, maka kata yang diteriakkan adalah Allahu Akbar. Kata yang mengiratkan akan ke-Maha Besar-an Allah itu harus rela bersama dengan aksi-aksi anarkisme dan kekerasan. Sebuah tindakan yang berseberangan dengan kata itu. Maka, kata Allahu Akbar memiliki potensi untuk melakukan anarkisme dan kekerasan. (lebih…)

Iklan

September 15, 2008 at 6:43 am Tinggalkan komentar

Membangun Islam Konstruktif

Oleh : A. Hamied Razak**

Tulisan Ahmad Fawaid Sjadzili yang bertajuk “Menggagas Islam Progresif” di harian ini (Media Indonesia, 11/07) menarik untuk dikaji lebih lanjut. Sebelumnya harian ini edisi 27 Juni juga memuat tulisan yang secara subtantif hampir sama, yaitu “Mengkaji Teologi Transformatif” oleh Hatim Gazali. Secara subtantif, baik Fawaid Sjadzili maupun Hatim Gazali sama-sama berupaya untuk menghadirkan sebuah teologi (Islam) dalam format yang baru, yakni bersifat progresif, transformatif dan liberatif.

Kalau Hatim berupaya menghadirkan elan transformatif Islam, maka Fawaid Sjadzali melengkapinya dengan gagasan Islam progresif dengan memperhatikan keadilan sosial (social justice), keadilan gender (gender justice) dan penghargaan terhadap tradisi (engaging tradition). Kedua tulisan ini saling melengkapi dan mengoreksi kekurangan-kekurangan didalamnya serta memiliki semangat yang tidak jauh berbeda.

Karena itulah, gagasan dari kedua tulisan tersebut penting untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai upaya membangun sebuah teologi (Islam) yang populis, merakyat, tranformatif, progresif, kontekstual dan menjadi problem solver atau part of solution atas persoalan umat manusia kontemporer ini. Jika demikian, teologi ini akan bisa menyentuh persoalan sesungguhnya (real problem) yang dihadapi umat manusia dan sesuai dengan cita-cita kemanusiaan (humanity). Sebab, teologi (baca : agama) lahir untuk memanusiakan manusia (to humanize human being), membebaskan manusia dari penindasan dan sebagai -menurut Robert N. Bellah-sarana ilahiyah untuk memahami dunia. (Robert N. Bellah. 2000). Baca selengkapnya….

Maret 25, 2008 at 9:22 am Tinggalkan komentar

Menagih Komitmen Institusi Kejaksaan

Oleh: Hamid RazakĀ 

DALAM beberapa hari terakhir, lembaga Kejaksaan kembali mendapat sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat setelah mencuat kasus tuntutan Jaksa Penuntut Umum terhadap Haryono Agus Tahjono tiga tahun penjara karena memiliki 20 kg sabu-sabu. Kasus tersebut diduga mengundang unsur KKN di Kejakaan Tinggi DKI Jakarta.

Belum lepas dari ingatan kita tentang penangkapan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri Cibinong, Hendra Ruhendra, yang ditangkap karena diduga memiliki obat-obatan terlarang dan kepemilikan senjata api ilegal beberapa waktu lalu, kasus di Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta itu kembali mencoreng wajah institusi penegak hukum di Indonesia. (lebih…)

Februari 26, 2008 at 6:29 pm Tinggalkan komentar


SELAMAT BERPUASA

Community for Religion and Social engineering (CRSe) mengucapkan SELAMAT BERPUASA bagi segenap umat Islam. Semoga amal ibadahnya di terima disisi Allah SWT.

Kategori

NGARSIP