Posts filed under ‘Makalah’

Agama Dalam Nalar Publik (Draft)

Oleh : Zainal Abidin Bagir

* Draft ini adalah pengantar diskusi Nurcholish Madjid Memorial Lecture, Yogyakarta 18 September 2006, yang dilaksanakan oleh kerjasama Community for Religion and Social engineering (CRSe), Lembaga Studi Agama dan Filsafat (LSAF), Pusat Studi Islam dan Kenegeraan (PSIK) Univ. Paramadina dan Forum Dialogika Fak. Filsafat UGM. Penulis adalah staf pada Program Studi Agama dan Lintas Budaya, UGM. Format PDF dan Lengkap, slahkan klik: makalah-zainal-abidin-bagir

 1. Konservatifisme dan polarisasi

Di akhir tulisannya, yang merupakan makalah dalam simposium nasional mengenai Nurcholish Madjid (Maret 2005), Ulil Abshar-Abdalla bertanya, “apa setelah Cak Nur?” Sembari menyatakan bahwa Cak Nur bukanlah “the end of Islamic thought” di Indonesia, ia menegaskan bahwa “Cak Nur sudah meletakkan landasan penting dalam perkembangan pemikiran Islam mendatang”, yaitu apa yang disebutnya relativisme internal dalam tubuh umat Islam Indonesia. Tapi di akhir tulisannya ia juga menyebutkan bahwa “landasan epistemologis dan juga teologis [pemikiran Islam Indonesia] sudah selesai disiapkan Cak Nur ….’Dentuman besar’ pemikiran Islam sudah selesai.”

Benarkah Cak Nur telah “menyelesaikan” pemikiran Islam Indonesia-setidaknya landasan epistemologis dan teologisnya? Ini masih mungkin diperdebatkan. Yang belakangan ini jelas kita lihat adalah kekhawatiran banyak orang-Muslim dan non-Muslim-akan makin menguatnya gagagan-gagasan Muslim yang tampaknya justru bertolak belakang dengan ruh gagasan Cak Nur. Yaitu, gejala menguatnya konservatifisme di kalangan Muslim Indonesia. Contoh-contoh yang biasa diberikan sebagai isyarat atas menguatnya konservatifisme ini mencakup keinginan pasca-Reformasi untuk mengembalikan 7 kata dari Piagam Jakarta yang di awal kemerdekaan kita telah disepakati (termasuk oleh wakil-wakil Muslim) untuk dihapuskan; isu-isu yang menjadi menjadi kontroversi di sekitar beberapa RUU seperti Sisdiknas, KUB, dan APP; lalu dikeluarkannya fatwa MUI yang mengharamkan pluralisme, liberalisme dan sekularisme; dan, yang masih hangat hingga kini, adalah semangat besar formalisasi Islam di banyak tempat di Indonesia untuk mebuat perda bernuansa syari’at Islam. (lebih…)

Iklan

Mei 25, 2008 at 6:54 am Tinggalkan komentar

Prospek Kebebasan Beragama di Indonesia:Belajar dari Masa Lalu

Oleh: Farsijana Adeney-Risakotta PhD* (Not for Quotation) 

Pendahuluan

Tema seminar ini mengikat tiga komponen penting. Pertama, keberadaan kebebasan agama; kedua, proses kebebasan agama dari masa lalu dan ketiga, prospeknya sekarang dan seterusnya. Saya tidak yakin tema ini dapat dibahas secara mendalam mengikat keterbatasan waktu untuk saya. Kita juga bisa bertanya apakah yang dimaksudkan dengan masa lalu, sejak kapan kategori masa lalu yang dimaksudkan dalam tema ini. Apakah dalam sejarah Indonesia, kebebasan beragama merupakan esensi yang sudah dipraktekan dalam kehidupan masyarakat di Indonesia?

Baiklah saya akan mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas di dalam beberapa tahapan pembahasan tentang:

  1. Kebebasan Beragama dalam Konstitusi Hukum Indonesia
  2. Kebebasan Beragama dalam konteks HAM
  3. Masyarakat dan Negara Menjaminkan Kebebasan Beragama
  4. Kesimpulan

Pada bagian ini saya akan menjawab pertanyaan apakah konsitusi hukum Indonesia mencerminkan realitas politik dari kebebasan agama di Indonesia? (lebih…)

Mei 22, 2008 at 6:53 am Tinggalkan komentar


SELAMAT BERPUASA

Community for Religion and Social engineering (CRSe) mengucapkan SELAMAT BERPUASA bagi segenap umat Islam. Semoga amal ibadahnya di terima disisi Allah SWT.

Kategori

NGARSIP